Background

Kelulusan Unas SMA Naik, SMK Turun.














Secara keseluruhan jumlah siswa SMA/SMK di Kabupaten Pacitan yang tidak lulus dalam unas kali ini sejumlah 414 anak. Dengan rincian, dari 1.338 peserta SMA tidak lulus 97 anak . Sedangkan SMK dari jumlah peserta 2.109 siswa, harus mengulang 317 anak.

Kepala Dinas pendidikan Kabupaten Pacitan Heru Wiwoho saat dikonfirmasi mengatakan, bagi siswa tidak lulus masih punya kesempatan mengulang. Sesuai jadwal mereka akan kembali menjalani tes pada 10 Mei mendatang. Bukan hanya siswa yang dinyatakan tidak lulus saja tandas Heru, kesempatan mengulang juga diberikan kepada siswa yang nilainya pas-pasan.

Disinggung angka rata-rata ketidaklulusan, Heru mengaku jumlahnya merata untuk masing-masing sekolah. Kecuali, SMA Negeri satu Pacitan yang semua siswanya dinyatakan lulus. Bagi siswa yang tidak lulus, Dinas pendidikan menginstruksikan pihak sekolah agar menyerahkan langsung pengemumuman kelulusanya kepada orang tua wali. Selain untuk memberikan motifasi kepada siswa bersangkutan, upaya ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada orang tua wali bahwa kesempatan mengulang masih terbuka.

Diakui Heru, dibanding tahun sebelumnya tingkat kelulusan SMA/SMK dikabupaten Pacitan memang mengalami penurunan, Jika tahun lalu kelulusan mencapai 95 persen tahun ini hanya 87,9%. Namun demikian dari sisi pelaksanaan, semuanya berjalan lebih baik. Bahkan tingkat kejujuranya jauh meningkat dibanding sebelumnya.

Seperti biasa, pengumuman kelulusan di Pacitan juga diwarnai berbagai perayaan oleh siswa yang lulus. Sejumlah siswa melakukan aksi corat coret seragam sekolah serta konvoi kendaraan bermotor. Namun demikian, semuanya berjalan tertib, dengan pengawalan petugas kepolisian. Bahkan. Polisi akan menindak tegas siswa yang melanggar aturan lalu lintas seperti tidak memakai helm atau menggangu pengguna jalan yang lain.(Riz)
.

Mata pelajaran Bahasa Inggris menjadi titik lemah faktor ketidaklulusan siswa SMA/SMK di kabupaten Pacitan dalam ujian nasional tahun ini. Sesuai data dari Dinas Pendidikan, jumlah siswa yang nilainya jatuh pada mata pelajaran tersebut terhitung paling banyak

Dijelaskan Kasi Pengajaran SMP/SM Dinas Pendidikan Pacitan Dra. Jayuk Susilaningtyas, jumlah siswa yang nilai Bahasa Inggrisnya dibawah batas nilai unas sebanyak 88. Diurutan kedua pelajaran Matematika sebanyak 73 anak dan diurutan ke tiga pelajaran Sosiologi sebanyak 46 anak.

Pelajaran lainya seperti Bahasa Indonesia, Geografi, Biologi maupun Ekonomi jumlahnya relatif beragam antara 16 hingga 22 anak. Sementara itu bagi sekolah yang jumlah siswanya paling banyak tidak lulus adalah SMK Negeri Ngadirojo sebanyak 63 siswa dan SMA Negeri Punung sebanyak 53 Siswa.

Terkait Siswa yang harus menjalani ujian ulang tandas Jayuk, teknis persiapan diserahkan langsung kepada masing-masing sekolah. Jika masih memungkinkan melaksanakan latihan soal, pihak sekolah diperbolehkan. Namun mengingat mepetnya waktu pelaksanaan ujian ulang maka pendaftaran ulang bagi siswa yang akan menghadapi ujian lebih diutamakan.

Sumber:
http://pacitankab.go.id/

Categories: Share